Yeniasriwulan’s Blog

Just another WordPress.com weblog

PERKEMBANGAN INTERNET, INTERNET MARKETING, DAN E-COMMERCE DI INDONESIA

Perkembangan Internet

Internet telah menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat dalam mengakses berbagai macam informasi dari seluruh penjuru dunia. Dengan internet, masyarakat semakin mudah dalam mendapatkan maupun menyebarkan informasi/ berita kepada seuruh pengguna unternet.

Perkembangan internet di Indonesia mengalami pertumbuhan yang cukup besar, dimana pengguna internet Indonesia di tahun 2000 sekitar 2 juta netter dari total populasi 206,264,595 penduduk (sekitar 1%) melonjak cukup tajam menjadi 20 juta dari 224,481,720 penduduk (sekitar 8.9%) di tahun 2007 dan di tahun 2008 sekitar 25 juta netter dari total populasi 237,512,355 penduduk Indonesia (sekitar 10.5%) berdasarkan data dari APJII. Hingga akhir Maret 2008, telah terpasang koneksi sekitar 241,000 broadband Internet di seluruh Indonesia.

Saat ini telah banyak tersedia layanan-layanan akses internet yang bisa kita pilih sesuai dengan kebutuhan , salah satunya layanan akses internet dari PT. Telkom seperti Telkomnet Instan dan Telkom Speedy. Telkomnet Instan merupakan layanan akses Dial-Up dengan kecepatan berkisar antara 40 Kbps – 56 Kbps sedangkan Telkom Speedy merupakan akses ADSL dengan kecepatan Up To 384 Kbps. Selain itu masih banyak sekali layanan-layanan akses internet yang bisa kita pilih.

Peningkatan jumlah pengguna internet juga dimanfaatkan oleh para pebisnis rumah makan maupun cafe. Saat ini sering kita menjumpai cafe-cafe yang memberikan fasilitas hot-spot kepada para pengunjung, sehingga pengunjung juga dapat mengakses internet.

Perkembangan Internet Marketting dan E-Commerce di Indonesia

Perkembangan internet marketing indonesia maju pesat seiring dengan semakin murahnya biaya akses internet di Indonesia. Turunnya biaya akses internet di Indonesia mendorong para pelaku bisnis, UKM dan Koperasi untuk memasarkan barang dan jasanya melalui internet. Hal ini mendorong internet marketing di Indonesia akan semakin dibutuhkan.

Potensi bisnis internet di Indonesia, merupakan peluang cukup besar bagi para Internet Marketer Indonesia untuk mengelola potensi tersebut dan dikembangkan menjadi bisnis yang menjanjikan terutama dibidang internet marketing sebagai salah satu bidang yang berpotensi untuk dikembangkan oleh para marketer online Indonesia.

Hadirnya beberapa internet service provider broadband seperti Telkom Speedy, IM2, 3.5G Telkom Flash dan sejenisnya dengan harga yang relatif dapat dijangkau bila dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu, membuat para pelaku internet marketing di Indonesia mulai bermunculan dan memanfaatkan internet sebagai media untuk melakukan aktifitas internet marketing dalam memasarkan produknya sendiri maupun Dengan adanya kemajuan dalam perkembangan internet marketing di Indonesia diharapkan para pelaku internet marketing ini dapat membina masyarakat sekitarnya untuk ikut memajukan internet marketing Indonesia dalam bersaing di pasar internasional.

Perkembangan e-commerce di Indonesia sendiri telah ada sejak tahun 1996, dengan berdirinya Dyviacom Intrabumi atau D-Net (http://www.dnet.net.id/) sebagai perintis transaksi online. Wahana transaksi berupa mal online yang disebut D-Mall (diakses lewat D-Net) ini telah menampung sekitar 33 toko online/merchant. Produk yang dijual bermacam-macam, mulai dari makanan, aksesori, pakaian, produk perkantoran sampai furniture. Commerce Net  Indonesia sendiri telah bekerjasama dengan lembaga-lembaga yang membutuhkan e-commerce, untuk melayani konsumen seperti PT Telkom dan Bank International Indonesia. Selain itu, terdapat pula tujuh situs yang menjadi anggota Commerce Net Indonesia, yaitu Plasa.com, Interactive Mall 2000, Officeland, Kompas Cyber Media, Mizan Online Telecommunication Mall dan Trikomsel. Kehadiran e-commerce sebagai media transaksi baru ini tentunya menguntungkan banyak pihak, baik pihak konsumen, maupun pihak produsen dan penjual (retailer). Dengan menggunakan internet, proses perniagaan dapat dilakukan dengan menghemat biaya dan waktu.

Namun nampaknya dalam proses perkembangan e-commerce di Indonesia masih terdapat hambatan-hambatan yang terjadi, yaitu

1. Infrastruktur Telekomunikasi

  • Infrastruktur Telekomunikasi di Indonesia masih terbatas dan harganya masih relatif lebih mahal

Delivery Channel

  • Pengiriman barang masih ditakutkan hilang di jalan.
  • Ketepatan waktu dalam pengiriman barang
  • Jangkauan daerah pengiriman barang

Kultur & Kepercayaan

  • Sebagian besar masyarakat Indonesia belum  terbiasa berbelanja dengan menggunakan catalog, karena terbiasa melihat/  memegang barang yang dijual secara langsung.
  • Kepercayaan antara penjual & pembeli masih tipis
  • Kepercayaan kepada pembayaran elektronik masih kurang. Penggunaan kartu kredit masih terhambat.

Keamanan

  • Penggunaan kartu kredit curian / palsu
  • Adanya penipuan melalui SMS atau kuis
  • Kurangnya perlindungan kepada konsumen
  • Ketidakpastian Hukum

UTS ECOMMERCE

  1. Jelaskan bagaimana hubungannya e-commerce terhadap supply chain management?

Supply Chain Management (SCM) merupakan  adalah suatu pendekatan dalam mengintegrasikan berbagai organisasi yang menyelenggarakan pengadaan atau penyaluran barang, yaitu supplier, manufacturer, warehouse dan stores sehingga barang-barang tersebut dapat diproduksi dan didistribusikan dalam jumlah yang tepat, lokasi yang tepat, waktu yang tepat dan biaya yang seminimal mungkin. SCM ini juga merupakan pengelolaan berbagai kegiatan dalam rangka memperoleh bahan mentah, dilanjutkan dengan transformasi sehinnga menjadi produk dalam proses, kemudian menjadi produk jadi dan dilanjutkan dengan proses pengiriman kepada konsumen melalui system distribusi.

Sedangkan e-commerce merupakan kegiatan Pembelian, penjualan, pertukaran barang atau layanan secara elektronik. Semua informasi  Tentunya seiring berkembangnya teknologi informasi, proses supply chain management  memerlukan e-commerce untuk semakin memperlancar proses SCM.

E-commerce dapat mengurangi resiko eksternal yang berada di luar perusahaan. Proses SCM ini yang erat hubungannya dengan pihak supplier dan distributor, memiliki resiko bisnis yang tinggi apabila terjadi kesalahpahaman. Selain itu, E-commerce juga dapat mengurangi biaya, serta perbaikan efisiensi dan optimalisasi proses-proses bisnis di perusahaan.

Jika dilihat dari kegiatan SCM, maka implementasi dari penggunaan e-commerce dalam proses SCM adalah sebaai berikut :

  • Pengangkutan

Proses pengangkutan ini berkaitan dengan pengiriman dan penyaluran barang baik dari pihak supplier kepada produsen, maupun dari pihak produsen kepada konsumen melalui proses distribusi. Dengan adanya E-commerce, pengiriman barang dapat dilakukan dengan tepat waktu, dimana pihak supplier dan produsen dapat memberikan informasi yang cepat melalui internet serta pihak konsumen akan memperoleh informasi yang cepat pula mengenai kedatangan barang yang dipesan. Tentunya dengan adanya akses informasi serta interaktivitas yang cepat baik dari pihak supplier, produsen, dan konsumen, dapat mengurangi resiko, seperti keterlambatan informasi.

  • Pembayaran secara tunai atau kredit (proses transfer)

Pembayaran secara tunai maupunkredit dapat dilakukan secara online melalui fasilitas pembayaran online yang telah disediakan di dalam situs. Sehingga, proses transfer uang, baik dari pihak produsen kepada supplier maupun dari pihak konsumen kepada produsen dapat berjalan dengan efektif.

  • Supplier

Produsen maupun perusahaan akan semakin dimudahkan dengan adanya e-commerce. Karena informasi mengani supplier yang dibutuhkan dapat diperoleh dengan cepat.

  • Distributor dan pihak yang membantu transaksi seperti Bank

E-commerce dapat memberikan informasi dengan cepat secara on-line mengenai jadwal pendistribusian barang dari supplier kepada produsen, maupun dari pihak produsen kepada konsumen.

  • Pemenuhan pesanan

E-commerce merupakan sarana yang tepat dalam proses interaksi antara produsen kepada konsumen secara cepat dan murah. Konsumen dapat memesan barang yang diinginkan secara cepat dan tepat.Informasi mengenai ramalan permintaan, produksi maupun pengendalian persediaan

2. Jelaskan bagaimana e-commerce terhadap mengurangi siklus waktu, meningkatkan kinerja karyawan, dan memberikan dukungan terhadap fasilitas pelanggan.

Ecommerce merupakan kegiatan perdagangan via internet secara cepat dan tepat. Produsen dapat memasarkan sekaligus mempromosikan produk yang akan dijual secara cepat dengan biaya yang efisien serta tidak membutuhkan banyak waktu. Hal ini dikarenakan produsen tidak perlu mengeluarkan tenaga dan materi yang besar untuk memasarkan produknya, yang tentunya akan banyak menghabiskan waktu dan biaya. Produsen juga dapat meng-update informasi-informasi yang akan di-publish kepada masyarakat secara cepat. Bagi konsumen, e-commerce dapat secara cepat memberikan segala informasi yang dibutuhkan mengenai produk yang ditawarkan secara detail dan lengkap, tanpa harus langsung mengunjungi tempat penjualan. Sehingga dengan adanya E-commerce ini dapat memperlancar jaringan antara supplier-produsen-konsumen dengan waktu yang efisien.

Ecommerce juga dapat meningkatkan kinerja karyawan. Dalam hal ini karyawan akan semakin mudah dalam menyampaikan informasi kepada konsumen mengenai produk yang ditawarkan. Selain itu, kritik dan saran yang konsumen berikan melalui fasilitas yang telah disediakan di situs dapat membantu karyawan untuk mengolah dan menginput data kepuasan konsumen terhadap produk yang ditawarkan secara cepat, sehingga perusahaan dapat mengambil langkah yang cepat dalam menanggapi kritik maupun saran dari konsumen. kemudahan yang diperoleh karyawan melalui e-commerce ini tentunya dapat menigkatkan produktivitas karyawan untuk mencapai tujuan perusahaan.

Pelanggan maupun konsumen juga semakin dipermudah oleh e-commerce ini. Karena pelanggan dapat memperoleh informasi secara cepat dan akurat mengenai produk-produk yang diinginkan.

3. Bandingkan antara marketplaces dengan marketspaces, apa keunggulan dan keterbatasan masing-masing?

Marketplace

Marketplace merupakan terjadinya pertemuan secara fisik antara penjual dan pembeli di suatu tempat dan terjadi transaksi jual beli secara langsung.

Kelebihan Marketplace

  • Konsumen dapat melihat dan mengetahui kondisi produk/ barang yang dijual secara langsung.
  • Konsumen dapat berkomunikasi langsung dengan penjual, sehingga kecil kemungkinan terjadi perbedaan persepsi antara penjual dan pembeli.
  • Dapat membangun image positif perusahaan karena dapat secara langsung menunjukkan kepada konsumen mengenai proses pelayanan dan kualitas produk yang ditawarkan.

Marketspace

Sebagaimana pasar dalam pengertian konvensional, yaitu tempat bertemunya penjual dan pembeli, di dalam  Marketspace  juga terjadi interaksi antara produsen dan konsumen di dunia maya  tanpa dibatasi oleh teritori ruang (geografis) maupun waktu. Beragam produk dan jasa dalam berbagai bentuknya dicoba ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan yang telah “go internet” ini dalam berbagai domain industri, sehingga menghasilkan suatu nilai dan volume perdagangan yang tidak kalah besar dari pasar konvensional.

Kelebihan Marketspace

  • Perusahaan dapat memperluas jaringan pemasaran produk maupun jaringan kerjasama dengan pihak-pihak luar.
  • Bagi konsumen dapat mengetahui secara detail mengenai produk-produk yang dijual, serta dapat melakukan transaksi secara mudah dan cepat kepada produsen, yaitu meliput pemesanan produk maupun transaksi pembayaran. Selain itu tidak jarang pula pelaku marketspace (produsen) menawarkan fasilitas yang menarik kepada konsumen.
  • Konsumen dapat bertanya secara cepat dan langsung dan online kepada produsen tentang produk-produk yang ditawarkan.
  • Banyaknya toko online yang ada, dapat menjadi masukan bagi konsumen untuk membandingkan antara produk di toko online tertentu dengan toko online lain.

Keterbatasan  Marketspace

  • Membangun kepercayaan konsumen akan produk yang ditawarkan. hal ini dikarenakan adanya keraguan dari konsumen terhadap produk yang ditawarkan di internet berbeda dengan wujud/ bentuk asllinya dan kualitas yang tidak sesuai dengan harapan konsumen, karena konsumen hanya dapat melihat gambar produknya saja. Selain itu, beberapa masyarakat juga masih ragu terhadap proses transaksi pembayaran yang dilakukan via online, hal ini dikarenakan masih sering terjadi penipuan yang dilakukan via internet.
  • Cenderung dapat menimbulkan kesalahan persepsi antara penjual dan pembeli.

4. Bandingkan harga sony digital pada shopping.com, mysimon.com, bizrate.com, dan pricescan.com. Mana yang memberikan harga terbaik? Dimana anda mendapatkan informasi terbaik?

Shoppig.com

Pada tampilan depan (homepage) sudah tersusun rapi mengenai kategori jenis barang yang bisa dipilih oleh konsumen. Untuk konsumen yang ingin melihat camera, bisa langsung meng’klik kategori cameras and accessories serta dapat memilih sesuai dengan merk yang diinginkan. Untuk harga camera yang ditawarkan di shopping shop ini, rata-rata hampir sama dengan di situs lainnya seperti mysimon.com. namun, pada situs ini hanya sedikit menampilkan spesifikasi dari camera.

Mysimon.som

Tidak jauh berbeda dengan shopping.com, konsumen juga dapat memilih jenis kamera yang diinginkan sesuai dengan jenis dan merknya. Karena pada homepage sudah tersusun rapi pengklasifikasian jenis dan merk camera. Untuk harga yang ditawarkan rata-rata juga sama dengan yang ditawarkan di shopping. Com. Namun fasilitas tambahan bagi konsumen jika ingin memilih kamera di situs ini, tidak hanya memberikan informasi mengenai spesifikasi kamera secara singkat saja, namun juga memberikan deskripsi secara lengkap serta manfaat yang diberikan. Sehingga konsumen dapat secara detail mengerti tentang fungsi-fungsi atau spesifikasi yang ditawarkan oleh camera.

5. Jelaskan bagaimana trust, kepuasan, loyalitas konsumen pada e-commerce !

Kepuasan

Kepuasan konsumen pada layanan e-commerce tergantung dari fasilitas dan kemudahan yang dapat diberikan oleh penyedia situs. Misalnya adalah situs toko online, jika situs tersebut menyediakan fasilitas-fasilitas serta kemudahan-kemudahan bagi konsumen, maka dapat memberikan kepuasan kepada konsumen. selain itu setiap pemilik situs online juga harus dapat memberikan kepastian keamanan kepada konsumen, sehingga konsumen tidak berpikiran negatif terhadap penawaran yang diberikan oleh toko online ini. Hal ini dikarenakan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap toko online masih kurang.

Loyalitas

Loyalitas konsumen akan tercipta jika pelayanan yang diberikan dapat memberikan kepuasan kepada konsumen. oleh karena itu penyedia situs toko online perlu memperhatikan proses pelayanan kepada konsumen.

6. Jelaskan bagaimana penerapan B2B menggunakan e-commerce. Berikan

gambaran tentang situs tersebut!

B2B adalah yaitu strategi pemasaran melalui komunikasi elektronik untuk melakukan transaksi bisnis antara dua perusahaan atau lebih. B2B memiliki kompleksitas dalam hal pengambilan keputusan banyak pihak internal customer yang secara langsung maupun tidak langsung terlibat dalam pengambilan keputusan.Oleh karena itu seorang pemasar harus mampu mengidentifikasi siapa saja yang menempati posisi tersebut, dan kemudian berusaha untuk menjalin relationship yang efektif.

Pelanggan B2B cenderung lebih rasional daripada pelanggan B2C, pada umumnya komponen harga dan kualitas menjadi pertimbangan utama pelanggan , oleh karena itu para pemasar B2B, terkhusus para Account Manager, harus mampu mengemas produk yang ditawarkan menjadi sebuah produk yang istimewa , kualitas handal dengan harga yang wajar/kompetitif. Selain kemampuan extra para pemasar dalam menjalin relationship dengan para pemangku kepentingan di customer.

B2B ini salah satunya dapat menigkatkan produktifitas transaksi karena biaya transaksi termasuk proses pembelian dan biaya administrasi (surat-menyurat) menjadi hemat. Selain itu mampu meminimalisir kesalahan karena pelanggan bisa mengakses spesifikasi produk secara langsung, praktis dan efisien karena dapat dilakukan di mana saja asal tersedia jaringan internet,  mengurangi kelebihan persediaan pelanggan, mengurangi konflik internal, serta proses transaksi yang transparan.

uts

UTS E-COMMERCE

  1. Jelaskan bagaimana hubungannya e-commerce terhadap supply chain management?

Supply Chain Management (SCM) merupakan  adalah suatu pendekatan dalam mengintegrasikan berbagai organisasi yang menyelenggarakan pengadaan atau penyaluran barang, yaitu supplier, manufacturer, warehouse dan stores sehingga barang-barang tersebut dapat diproduksi dan didistribusikan dalam jumlah yang tepat, lokasi yang tepat, waktu yang tepat dan biaya yang seminimal mungkin. SCM ini juga merupakan pengelolaan berbagai kegiatan dalam rangka memperoleh bahan mentah, dilanjutkan dengan transformasi sehinnga menjadi produk dalam proses, kemudian menjadi produk jadi dan dilanjutkan dengan proses pengiriman kepada konsumen melalui system distribusi.

Sedangkan e-commerce merupakan kegiatan Pembelian, penjualan, pertukaran barang atau layanan secara elektronik. Semua informasi  Tentunya seiring berkembangnya teknologi informasi, proses supply chain management  memerlukan e-commerce untuk semakin memperlancar proses SCM.

E-commerce dapat mengurangi resiko eksternal yang berada di luar perusahaan. Proses SCM ini yang erat hubungannya dengan pihak supplier dan distributor, memiliki resiko bisnis yang tinggi apabila terjadi kesalahpahaman. Selain itu, E-commerce juga dapat mengurangi biaya, serta perbaikan efisiensi dan optimalisasi proses-proses bisnis di perusahaan.

Jika dilihat dari kegiatan SCM, maka implementasi dari penggunaan e-commerce dalam proses SCM adalah sebaai berikut :

  • Pengangkutan

Proses pengangkutan ini berkaitan dengan pengiriman dan penyaluran barang baik dari pihak supplier kepada produsen, maupun dari pihak produsen kepada konsumen melalui proses distribusi. Dengan adanya E-commerce, pengiriman barang dapat dilakukan dengan tepat waktu, dimana pihak supplier dan produsen dapat memberikan informasi yang cepat melalui internet serta pihak konsumen akan memperoleh informasi yang cepat pula mengenai kedatangan barang yang dipesan. Tentunya dengan adanya akses informasi serta interaktivitas yang cepat baik dari pihak supplier, produsen, dan konsumen, dapat mengurangi resiko, seperti keterlambatan informasi.

  • Pembayaran secara tunai atau kredit (proses transfer)

Pembayaran secara tunai maupunkredit dapat dilakukan secara online melalui fasilitas pembayaran online yang telah disediakan di dalam situs. Sehingga, proses transfer uang, baik dari pihak produsen kepada supplier maupun dari pihak konsumen kepada produsen dapat berjalan dengan efektif.

  • Supplier

Produsen maupun perusahaan akan semakin dimudahkan dengan adanya e-commerce. Karena informasi mengani supplier yang dibutuhkan dapat diperoleh dengan cepat.

  • Distributor dan pihak yang membantu transaksi seperti Bank

E-commerce dapat memberikan informasi dengan cepat secara on-line mengenai jadwal pendistribusian barang dari supplier kepada produsen, maupun dari pihak produsen kepada konsumen.

  • Pemenuhan pesanan

E-commerce merupakan sarana yang tepat dalam proses interaksi antara produsen kepada konsumen secara cepat dan murah. Konsumen dapat memesan barang yang diinginkan secara cepat dan tepat.Informasi mengenai ramalan permintaan, produksi maupun pengendalian persediaan

2. Jelaskan bagaimana e-commerce terhadap mengurangi siklus waktu, meningkatkan kinerja karyawan, dan memberikan dukungan terhadap fasilitas pelanggan.

Ecommerce merupakan kegiatan perdagangan via internet secara cepat dan tepat. Produsen dapat memasarkan sekaligus mempromosikan produk yang akan dijual secara cepat dengan biaya yang efisien serta tidak membutuhkan banyak waktu. Hal ini dikarenakan produsen tidak perlu mengeluarkan tenaga dan materi yang besar untuk memasarkan produknya, yang tentunya akan banyak menghabiskan waktu dan biaya. Produsen juga dapat meng-update informasi-informasi yang akan di-publish kepada masyarakat secara cepat. Bagi konsumen, e-commerce dapat secara cepat memberikan segala informasi yang dibutuhkan mengenai produk yang ditawarkan secara detail dan lengkap, tanpa harus langsung mengunjungi tempat penjualan. Sehingga dengan adanya E-commerce ini dapat memperlancar jaringan antara supplier-produsen-konsumen dengan waktu yang efisien.

Ecommerce juga dapat meningkatkan kinerja karyawan. Dalam hal ini karyawan akan semakin mudah dalam menyampaikan informasi kepada konsumen mengenai produk yang ditawarkan. Selain itu, kritik dan saran yang konsumen berikan melalui fasilitas yang telah disediakan di situs dapat membantu karyawan untuk mengolah dan menginput data kepuasan konsumen terhadap produk yang ditawarkan secara cepat, sehingga perusahaan dapat mengambil langkah yang cepat dalam menanggapi kritik maupun saran dari konsumen. kemudahan yang diperoleh karyawan melalui e-commerce ini tentunya dapat menigkatkan produktivitas karyawan untuk mencapai tujuan perusahaan.

Pelanggan maupun konsumen juga semakin dipermudah oleh e-commerce ini. Karena pelanggan dapat memperoleh informasi secara cepat dan akurat mengenai produk-produk yang diinginkan.

3. Bandingkan antara marketplaces dengan marketspaces, apa keunggulan dan keterbatasan masing-masing?

Marketplace

Marketplace merupakan terjadinya pertemuan secara fisik antara penjual dan pembeli di suatu tempat dan terjadi transaksi jual beli secara langsung.

Kelebihan Marketplace

  • Konsumen dapat melihat dan mengetahui kondisi produk/ barang yang dijual secara langsung.
  • Konsumen dapat berkomunikasi langsung dengan penjual, sehingga kecil kemungkinan terjadi perbedaan persepsi antara penjual dan pembeli.
  • Dapat membangun image positif perusahaan karena dapat secara langsung menunjukkan kepada konsumen mengenai proses pelayanan dan kualitas produk yang ditawarkan.

Marketspace

Sebagaimana pasar dalam pengertian konvensional, yaitu tempat bertemunya penjual dan pembeli, di dalam  Marketspace  juga terjadi interaksi antara produsen dan konsumen di dunia maya  tanpa dibatasi oleh teritori ruang (geografis) maupun waktu. Beragam produk dan jasa dalam berbagai bentuknya dicoba ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan yang telah “go internet” ini dalam berbagai domain industri, sehingga menghasilkan suatu nilai dan volume perdagangan yang tidak kalah besar dari pasar konvensional.

Kelebihan Marketspace

  • Perusahaan dapat memperluas jaringan pemasaran produk maupun jaringan kerjasama dengan pihak-pihak luar.
  • Bagi konsumen dapat mengetahui secara detail mengenai produk-produk yang dijual, serta dapat melakukan transaksi secara mudah dan cepat kepada produsen, yaitu meliput pemesanan produk maupun transaksi pembayaran. Selain itu tidak jarang pula pelaku marketspace (produsen) menawarkan fasilitas yang menarik kepada konsumen.
  • Konsumen dapat bertanya secara cepat dan langsung dan online kepada produsen tentang produk-produk yang ditawarkan.
  • Banyaknya toko online yang ada, dapat menjadi masukan bagi konsumen untuk membandingkan antara produk di toko online tertentu dengan toko online lain.

Keterbatasan  Marketspace

  • Membangun kepercayaan konsumen akan produk yang ditawarkan. hal ini dikarenakan adanya keraguan dari konsumen terhadap produk yang ditawarkan di internet berbeda dengan wujud/ bentuk asllinya dan kualitas yang tidak sesuai dengan harapan konsumen, karena konsumen hanya dapat melihat gambar produknya saja. Selain itu, beberapa masyarakat juga masih ragu terhadap proses transaksi pembayaran yang dilakukan via online, hal ini dikarenakan masih sering terjadi penipuan yang dilakukan via internet.
  • Cenderung dapat menimbulkan kesalahan persepsi antara penjual dan pembeli.

4. Bandingkan harga sony digital pada shopping.com, mysimon.com, bizrate.com, dan pricescan.com. Mana yang memberikan harga terbaik? Dimana anda mendapatkan informasi terbaik?

Shoppig.com

Pada tampilan depan (homepage) sudah tersusun rapi mengenai kategori jenis barang yang bisa dipilih oleh konsumen. Untuk konsumen yang ingin melihat camera, bisa langsung meng’klik kategori cameras and accessories serta dapat memilih sesuai dengan merk yang diinginkan. Untuk harga camera yang ditawarkan di shopping shop ini, rata-rata hampir sama dengan di situs lainnya seperti mysimon.com. namun, pada situs ini hanya sedikit menampilkan spesifikasi dari camera.

Mysimon.som

Tidak jauh berbeda dengan shopping.com, konsumen juga dapat memilih jenis kamera yang diinginkan sesuai dengan jenis dan merknya. Karena pada homepage sudah tersusun rapi pengklasifikasian jenis dan merk camera. Untuk harga yang ditawarkan rata-rata juga sama dengan yang ditawarkan di shopping. Com. Namun fasilitas tambahan bagi konsumen jika ingin memilih kamera di situs ini, tidak hanya memberikan informasi mengenai spesifikasi kamera secara singkat saja, namun juga memberikan deskripsi secara lengkap serta manfaat yang diberikan. Sehingga konsumen dapat secara detail mengerti tentang fungsi-fungsi atau spesifikasi yang ditawarkan oleh camera.

5. Jelaskan bagaimana trust, kepuasan, loyalitas konsumen pada e-commerce !

Kepuasan

Kepuasan konsumen pada layanan e-commerce tergantung dari fasilitas dan kemudahan yang dapat diberikan oleh penyedia situs. Misalnya adalah situs toko online, jika situs tersebut menyediakan fasilitas-fasilitas serta kemudahan-kemudahan bagi konsumen, maka dapat memberikan kepuasan kepada konsumen. selain itu setiap pemilik situs online juga harus dapat memberikan kepastian keamanan kepada konsumen, sehingga konsumen tidak berpikiran negatif terhadap penawaran yang diberikan oleh toko online ini. Hal ini dikarenakan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap toko online masih kurang.

Loyalitas

Loyalitas konsumen akan tercipta jika pelayanan yang diberikan dapat memberikan kepuasan kepada konsumen. oleh karena itu penyedia situs toko online perlu memperhatikan proses pelayanan kepada konsumen.

6. Jelaskan bagaimana penerapan B2B menggunakan e-commerce. Berikan

gambaran tentang situs tersebut!

B2B adalah yaitu strategi pemasaran melalui komunikasi elektronik untuk melakukan transaksi bisnis antara dua perusahaan atau lebih. B2B memiliki kompleksitas dalam hal pengambilan keputusan banyak pihak internal customer yang secara langsung maupun tidak langsung terlibat dalam pengambilan keputusan.Oleh karena itu seorang pemasar harus mampu mengidentifikasi siapa saja yang menempati posisi tersebut, dan kemudian berusaha untuk menjalin relationship yang efektif.

Pelanggan B2B cenderung lebih rasional daripada pelanggan B2C, pada umumnya komponen harga dan kualitas menjadi pertimbangan utama pelanggan , oleh karena itu para pemasar B2B, terkhusus para Account Manager, harus mampu mengemas produk yang ditawarkan menjadi sebuah produk yang istimewa , kualitas handal dengan harga yang wajar/kompetitif. Selain kemampuan extra para pemasar dalam menjalin relationship dengan para pemangku kepentingan di customer.

B2B ini salah satunya dapat menigkatkan produktifitas transaksi karena biaya transaksi termasuk proses pembelian dan biaya administrasi (surat-menyurat) menjadi hemat. Selain itu mampu meminimalisir kesalahan karena pelanggan bisa mengakses spesifikasi produk secara langsung, praktis dan efisien karena dapat dilakukan di mana saja asal tersedia jaringan internet,  mengurangi kelebihan persediaan pelanggan, mengurangi konflik internal, serta proses transaksi yang transparan.

PERKEMBANGAN INTERNET, INTERNET MARKETTING, DAN E-COMMERCE DI INDONESIA

Perkembangan Internet

Internet telah menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat dalam mengakses berbagai macam informasi dari seluruh penjuru dunia. Dengan internet, masyarakat semakin mudah dalam mendapatkan maupun menyebarkan informasi/ berita kepada seuruh pengguna unternet.

Perkembangan internet di Indonesia mengalami pertumbuhan yang cukup besar, dimana pengguna internet Indonesia di tahun 2000 sekitar 2 juta netter dari total populasi 206,264,595 penduduk (sekitar 1%) melonjak cukup tajam menjadi 20 juta dari 224,481,720 penduduk (sekitar 8.9%) di tahun 2007 dan di tahun 2008 sekitar 25 juta netter dari total populasi 237,512,355 penduduk Indonesia (sekitar 10.5%) berdasarkan data dari APJII. Hingga akhir Maret 2008, telah terpasang koneksi sekitar 241,000 broadband Internet di seluruh Indonesia.

Saat ini telah banyak tersedia layanan-layanan akses internet yang bisa kita pilih sesuai dengan kebutuhan , salah satunya layanan akses internet dari PT. Telkom seperti Telkomnet Instan dan Telkom Speedy. Telkomnet Instan merupakan layanan akses Dial-Up dengan kecepatan berkisar antara 40 Kbps – 56 Kbps sedangkan Telkom Speedy merupakan akses ADSL dengan kecepatan Up To 384 Kbps. Selain itu masih banyak sekali layanan-layanan akses internet yang bisa kita pilih.

Peningkatan jumlah pengguna internet juga dimanfaatkan oleh para pebisnis rumah makan maupun cafe. Saat ini sering kita menjumpai cafe-cafe yang memberikan fasilitas hot-spot kepada para pengunjung, sehingga pengunjung juga dapat mengakses internet.

Perkembangan Internet Marketting dan E-Commerce di Indonesia

Perkembangan internet marketing indonesia maju pesat seiring dengan semakin murahnya biaya akses internet di Indonesia. Turunnya biaya akses internet di Indonesia mendorong para pelaku bisnis, UKM dan Koperasi untuk memasarkan barang dan jasanya melalui internet. Hal ini mendorong internet marketing di Indonesia akan semakin dibutuhkan.

Potensi bisnis internet di Indonesia, merupakan peluang cukup besar bagi para Internet Marketer Indonesia untuk mengelola potensi tersebut dan dikembangkan menjadi bisnis yang menjanjikan terutama dibidang internet marketing sebagai salah satu bidang yang berpotensi untuk dikembangkan oleh para marketer online Indonesia.

Hadirnya beberapa internet service provider broadband seperti Telkom Speedy, IM2, 3.5G Telkom Flash dan sejenisnya dengan harga yang relatif dapat dijangkau bila dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu, membuat para pelaku internet marketing di Indonesia mulai bermunculan dan memanfaatkan internet sebagai media untuk melakukan aktifitas internet marketing dalam memasarkan produknya sendiri maupun Dengan adanya kemajuan dalam perkembangan internet marketing di Indonesia diharapkan para pelaku internet marketing ini dapat membina masyarakat sekitarnya untuk ikut memajukan internet marketing Indonesia dalam bersaing di pasar internasional.

Perkembangan e-commerce di Indonesia sendiri telah ada sejak tahun 1996, dengan berdirinya Dyviacom Intrabumi atau D-Net (http://www.dnet.net.id/) sebagai perintis transaksi online. Wahana transaksi berupa mal online yang disebut D-Mall (diakses lewat D-Net) ini telah menampung sekitar 33 toko online/merchant. Produk yang dijual bermacam-macam, mulai dari makanan, aksesori, pakaian, produk perkantoran sampai furniture. Commerce Net  Indonesia sendiri telah bekerjasama dengan lembaga-lembaga yang membutuhkan e-commerce, untuk melayani konsumen seperti PT Telkom dan Bank International Indonesia. Selain itu, terdapat pula tujuh situs yang menjadi anggota Commerce Net Indonesia, yaitu Plasa.com, Interactive Mall 2000, Officeland, Kompas Cyber Media, Mizan Online Telecommunication Mall dan Trikomsel. Kehadiran e-commerce sebagai media transaksi baru ini tentunya menguntungkan banyak pihak, baik pihak konsumen, maupun pihak produsen dan penjual (retailer). Dengan menggunakan internet, proses perniagaan dapat dilakukan dengan menghemat biaya dan waktu.

Namun nampaknya dalam proses perkembangan e-commerce di Indonesia masih terdapat hambatan-hambatan yang terjadi, yaitu

1. Infrastruktur Telekomunikasi

  • Infrastruktur Telekomunikasi di Indonesia masih terbatas dan harganya masih relatif lebih mahal

Delivery Channel

  • Pengiriman barang masih ditakutkan hilang di jalan.
  • Ketepatan waktu dalam pengiriman barang
  • Jangkauan daerah pengiriman barang

Kultur & Kepercayaan

  • Sebagian besar masyarakat Indonesia belum  terbiasa berbelanja dengan menggunakan catalog, karena terbiasa melihat/  memegang barang yang dijual secara langsung.
  • Kepercayaan antara penjual & pembeli masih tipis
  • Kepercayaan kepada pembayaran elektronik masih kurang. Penggunaan kartu kredit masih terhambat.

Keamanan

  • Penggunaan kartu kredit curian / palsu
  • Adanya penipuan melalui SMS atau kuis
  • Kurangnya perlindungan kepada konsumen
  • Ketidakpastian Hukum

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.